Pembelajaran Berbasis Penelitian

Ilmu Informatika : Pembelajaran Berbasis Penelitian.

Definisi Pembelajaran Berbasis Penelitian

Pembelajaran berbasis penelitian adalah suatu pendekatan instruksi yang berpusat pada proses penelitian. Pendekatan ini, secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, dengan mengikutsertakan mereka dalam pertanyaan tentang subyek yang dipelajari (Harste, 1994; Harste dan Callison, 1994). Siswa dipandu dengan pertanyaan mereka: apa yang harus saya tahu? Pertanyaan apa yang saya butuhkan? Bagaimana saya menemukan? Dan akhirnya, apa yang harus saya pelajari?. Penelitian membawa siswa dari format yang telah dipahami sebelumnya melalui buku dan menghafal proses pembelajaran dari berbagai sumber untuk membangun pemahaman mereka. Mereka belajar untuk memikirkan isi pelajaran selain tanggapan atau solusi yang telah ditetapkan. Mereka dibimbing melalui sebuah proses membangun pengetahuan yang mampu mereka bangun pada apa yang sudah mereka tahu dan menjadi lebih memahami konsep dan pokok permasalahan. Kekuatan perpustakaan tampaknya memiliki pengaruh yang kuat pada pembelajaran siswa dalam sekolah mereka dimana terikat secara langsung dengan upaya perubahan sekolah ke dalam suatu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada proses penelitian.

Teori Pembelajaran Kontruktif

Teori pembelajaran kontruktivis berfokus pada proses membangun pemahaman dengan mengikutsertakan siswa dalam merangsang informasi dan ide-ide. Siswa belajar dengan membangun pemahaman mereka dari pengalaman sendiri dan dari apa yang sudah mereka ketahui. Proses konstruksi adalah suatu proses aktif yang berlangsung dari pembelajaran dan berlanjut seumur hidup. Kelanjutan antara kurikulum dan instruksi dalam sekolah dan pengalaman siswa. Sebagai suatu perubahan sekolah, University of Wincosin-Madison menemukan, pembelajaran meningkatkan siswa yang membangun pengetahuan melalui penelitian memiliki nilai lebih (Neumann, 1995). Pembelajaran meningkatkan instuksi dan penilaian yang menyediakan hubungan antara sekolah dan dunia luar. Pembelajaran berbasis penelitian adalah suatu jalan yang efektif untuk siswa.
Sementara banyak program media perpustakaan yang lebih sesuai dengan pendekatan transmisi untuk pembelajaran yang menekankan penemuan jawaban yang benar, menghafal fakta yang spesifik, dan mengemas ulang informasi. Pembelajaran berbasis penelitian didasarkan pada melihat pembelajaran sebagai sesuatu yang aktif, proses berkelanjutan dari membangun pengetahuan selama hidup.

Konsep Pembelajaran Anak-anak

Lebih dari 10 tahun, pendekatan konstruktivis untuk pembelajaran telah menjadi penemuan teori yang berguna untuk perubahan sekolah. Teori konstruktivis juga telah dikembangkan sebagai penemuan teori untuk restrukturisasi program media perpustakaan. Kerangka untuk teori ini termasuk beberapa konsep utama dari pendidikan penelitian yang berbasis bagaimana pembelajaran anak-anak.
  • Anak-anak belajar dengan terlibat secara aktif dan berdasarkan pada pengalaman

    Konstruktivis melihat pembelajaran sebagai sesuatu yang aktif, proses yang menarik dimana semua aspek pengalaman di keluarkan. Awal abad ke-20, John Dewey (1944), mengartikan awal sebuah konstruktivis sebagai suatu filosofi dari pendidikan untuk negara demokrasi yang mempersiapkan siswa-siswa untuk bekerja, berkewarganegaraan, dan hidup dalam masyarakat yang bebas. Dewey (1933) mendeskripsikan pembelajaran sebagai suatu proses aktif dari individu (sesuatu yang dilakukan seseorang, bukan sesuatu yang dilakukan untuk seseorang). “Pendidikan bukan menceritakan atau diceritakan, tetapi adalah proses aktif konstruksi”. Pembelajaran terjadi melalui kombinasi dari tindakan dan berdasarkan konsekuensi, yang disebut Dewey berdasarkan pengalaman atau pemikiran. Aktivitas hanya bagian dari cerita: ini berdasarkan aktivitas yang melalui pembelajaran konstruksi.
    Jerome Bruner’s (1973) mempelajari tentang persepsi dan tulisan-tulisannya (1990) diperluas pada konstruktivis alami dari pemikiran dan pembelajaran manusia. Penelitian Bruner mempertegas bahwa orang-orang terlibat secara aktif dalam membuat rasa dunia daripada penerima pasif informasi belajar dengan baik. Dia menjelaskan bahwa itu tidak cukup hanya dengan mengumpulkan informasi. Pembelajaran melibatkan “informasi yang melebihi apa yang diberikan” untuk menciptakan ”produk pemikiran”.
  • Anak-anak belajar dengan membangun apa yang telah mereka ketahui

    Salah satu prinsip dasar dari teori konstruksivis adalah pengalaman masa lalu dan bentuk dasar pemahaman sebelumnya untuk membangun pengetahuan baru. Secara luas sebagai penemuan dari pendidkan, “teori skema” adalah pengembangan dari kosnep ini. Kelly (1963), Piaget (Elkind, 1976), dan Bartlett (1932) adalah ahli teori pada hal ini. Mereka, bersama dengan yang lain, menyediakan literatur yang luas tentang bagaimana anak-anak membangun skema. Konsep dari teori ini adalah menghubungkan pengetahuan anak-anak yang sekarang yang sangat penting untuk membangun pemahaman baru.
  • Anak-anak mengembangkan pola berpikir lebih tinggi melalui bimbingan pada titik-titik kritis dalam proses pembelajaran

    Konsep dari pola berpikir lebih tinggi dijelaskan oleh Vygotsky (1978), adalah elemen penting dari teori kontruktivis. Pola berpikir lebih tinggi memerlukan proses yang mendalam sehingga akan mampu memahami. Sayangnya, banyak tugas sekolah yang terbatas untuk proses yang dangkal pada respon untuk pertanyaan yang sederhana dengan jawaban yang diharuskan. Proses yang mendalam dan motivasi dipupuk dengan pertanyaan yang merangsang penelitian dalam suatu pendekatan konstruktivis untuk pembelajaran.
    Membangun dari konsep Vygotsky, kita dapat berpikir dari pengajaran sebagai pembelajaran pengorganisasian lingkungan hidup sehingga anak-anak dihadapkan dengan pertanyaan dari pengalaman dan keingintahuan mereka sendiri. Sekolah membutuhkan penyediaan sumber-sumber bagi siswa untuk mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan, dengan bimbingan pada titik-titik kritis dalam proses pembelajaran. Meminjam konsep Vygotsky dari zona dari pengembangan proksimal, kita dapat mengembangkan bimbingan disekitar “zona dari campur tangan”, dimana siswa juga dapat memberikan saran dan bantuan apa yang tidak bisa dia lakukan sendiri (Kuhlthau, 1993). Guru dan ahli perpustakaan harus mampu mengenali kejadian kritis itu, kapan campur tangan dan instruksi penting dapat disesuaikan dengan campur tangan agar anak-anak memahami proses pembelajaran. 

Tahapan Perkembangan Pembelajaran Anak

Konstruktivis mengenali dan menghargai perkembangan kognitif sebagai suatu pertimbangan penting dalam pembelajaran. Piaget (Elkind, 1976) mendeskripsikan anak-anak maju melalui tahapan dari perkembangan kognitif, dengan kapasitas mereka mampu meningkatkan berpikir abstraksi sesuai usia. Remaja mungkin akan lebih sulit berpikir dengan aspek abstraksi yang lebih dari penelitian. Proses penelitian membutuhkan abstraksi yang cukup, hal itu adalah suatu kebutuhan untuk mengakomodasikan tugas-tugas penelitian untuk tingkat anak-anak dari perkembangan kognitif. Pembelajaran berbasis penelitian dapat didesain dengan efektif untuk pembelajaran disetiap tahapan dari pengembangan kognitif.
Dalam pra-TK sampai kelas lima, pembelajaran berbasis penelitian melibatkan anak-anak dalam menanyakan pertanyaan, mencari jawaban, dan berbagi penemuan mereka dengan yang lain. Anak-anak pada kelas lima sampai kelas delapan berada dalam tahap transisi ke arah abstraksi yang lebih dalam pembelajaran. Siswa-siswa ini mengeksplorasi ide-ide dari sumber-sumber yang berbeda dan mengintegrasikan ide-ide kedalam pemikiran mereka sendiri. Mereka disiapkan untuk membentuk perspektif yang berfokus dalam proses mencari informasi yang dapat mereka bagikan dan terapkan (Kuhlthau, 1994).

Cara Belajar Anak-anak yang Berbeda-beda

Teori konstruktivis menggambarkan pembelajaran sebagai pengalaman holistik dengan banyak cara mengetahuinya. Anak-anak belajar melalui semua perasaan mereka. Mereka menerapkan semua fisik, mental, dan kemampuan sosial mereka. Dari gagasan itulah beberapa konsep kecerdasan yang dikembangkan oleh Howard Gardner (1983). Konsep ini ditawarkan melalui berbagai kegiatan anak yang ditawarkan dalam banyak kesempatan pada pembelajaran dengan sumber daya dalam berbagai format. Membaca, mendengarkan, melihat, dan mengamati kemudian menulis, berbicara, menunjukkan, dan menghasilkan untuk mencakup pengalaman holistik dari pembelajaran. Pembelajaran berbasis penelitian menawarkan banyak cara untuk membangun pemahaman yang mendalam tentang dunia dan kehidupan seseorang di dalamnya.

Pembelajaran Anak-anak Melalui Interaksi Sosial

Anak-anak terus-menerus belajar melalui interaksi dengan yang lain di sekitar mereka. Pengalaman belajar melalui interaksi disebut konstruksi sosial. Anak-anak membangun pemahaman mereka tentang dunia secara terus-menerus, interaksi yang berkelanjutan dengan orang-orang dalam kehidupan mereka. Orang tua, teman sebaya, saudara, guru, kenalan, dan orang asing adalah bagian dari lingkungan sosial yang membentuk lingkungan pembelajaran di mana anak-anak terus membangun dan membuat makna bagi diri mereka sendiri.
Diambil dari pendidikan penelitian, enam konsep utama ini tentang bagaimana anak-anak belajar membentuk landasan bagi teori pembelajaran konstruktivis. Mereka mendukung adopsi dari penelitian sebagai cara pembelajaran lintas kurikulum sekolah di era informasi.

Pembelajaran di Era Informasi

Di era informasi ini sekolah melibatkan para siswa dalam pembelajaran di lingkungan yang kaya informasi. Oleh karena itu, ahli perpustakaan sekolah dapat memberikan kontribusi besar yaitu dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan pemahaman tentang pembelajaran pada lingkungan yang kaya akan informasi. Beberapa konsep dasar dari penelitian ilmu informasi menawarkan wawasan ke dalam proses pencarian informasi dan memiliki implikasi penting bagi anak-anak dalam proses penelitian. Penelitian ilmu perpustakaan dan informasi menunjukkan bahwa orang-orang pencari informasi bertujuan untuk menemukan makna bukan hanya untuk mencari informasi. Orang mengalami tahapan yang berbeda dalam proses pencarian informasi, dan perubahan dan perkembangan kebutuhan informasi mereka karena mereka belajar lebih banyak. Ini menjelaskan pentingnya belajar untuk membangun pengetahuan dari berbagai sumber informasi.

Tahap-tahap Proses Inquiry

Anak-anak membangun pemahaman mereka tentang dunia secara terus menerus, melalui interaksi yang berkelanjutan dengan orang-orang dalam kehidupan mereka. Diambil dari pendidikan penelitian, enam konsep utama bagaimana anak-anak belajar membentuk landasan teori pembelajaran konstruktif. Mereka mendukung adopsi dari penelitian sebagai cara pembelajaran lintas kurikulum sekolah di era informasi.
Proses pencarian informasi meliputi tujuh tahap: Inisiasi, Seleksi, Eksplorasi, Formulasi, Koleksi, Presentasi, dan Penilaian.
  1. Inisiasi, terjadi ketika guru memberikan tugas untuk mencari pertanyaan menarik, ini dirancang untuk memotivasi siswa untuk melakukan proses penelitian.
  2. Seleksi, di mana siswa memilih apa yang telah mereka ketahui dan apa yang mereka inginkan dan butuhkan untuk mencari tahu.
  3. Eksplorasi, siswa mulai mengeksplorasi pertanyaan dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri yang timbul ketika mereka mulai belajar tentang subjek.
  4. Formulasi, di mana siswa menjadi sadar akan berbagai dimensi, isu, dan percabangan pertanyaan dan mulai membentuk perspektif fokus mereka sendiri dari subjek yang diteliti.
  5. Koleksi yaitu siswa mengumpulkan informasi yang mendefinisikan, meluas, dan mendukung fokus yang telah mereka bentuk.
  6. Presentasi, yaitu untuk mempersiapkan apa yang telah dipelajari dengan yang lain dalam komunitas belajar.
  7. Pengkajian, siswa merefleksikan apa yang telah mereka pelajari dan menemukan apa yang baik dan apa yang bisa diperbaiki.
Model proses pencarian informasi menggambarkan pikiran, tindakan, dan perasaan umum yang dialami oleh siswa dalam setiap tahap proses penelitian. Pandangan kedalam proses pembelajaran dari berbagai sumber informasi ini merupakan dasar untuk membimbing siswa dalam proses penelitian dan untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis penelitian. Secara keseluruhan, konsep utama yang diambil dari pendidikan penelitian yaitu tentang bagaimana anak-anak belajar dan konsep dasar dari penelitian ilmu perpustakaan dan informasi yaitu tentang bagaimana orang mencari informasi yang menawarkan teori pembelajaran konstruktivis yang mendukung pelaksanaan pembelajaran berbasis penelitian.

Sumber : Donham, jean et all .2001. Inquiry based learning: lesson from library power. Linsworth Pub
Author : Isna Husna Afia
Demikian artikel mengenai Pembelajaran Berbasis Penelitian. Semoga bermanfaat untuk sobat semua.
Nikmati Jasa & Layanan yang ada di www.isrul.com, diantaranya:
1. Jasa Pembuatan dan Verifikasi Akun Paypal dengan VCC (Valid 2 atau 3 Tahun)
2. Jual Akun Adsense Non Hosted Indonesia (0899-5832-699)
3. Penulis Tamu di Isrul.com

0 Response to "Pembelajaran Berbasis Penelitian"

Post a Comment

Jika anda bertanya, jangan lupa mencentang "Notify Me" di bagian kanan bawah, agar mendapat pemberitahuan jika pertanyaan anda telah kami jawab.
Terimakasih telah menyempatkan waktu berkomentar...