Data Antropometri

Ilmu Informatika : Data Antropometri.
  1. Teknik Pengolahan Data Antropometri
    Teknik yang digunakan dalam pengolahan data antropometri ada dua, antara lain:
    1. Konsep Persentil
      Dalam aplikasnya (perancangan), data antropometri biasanya digunakan dalam bentuk nilai persentil. Konsep persentil menunjukkan jumlah bagian per orang dari suatu populasi yang memilki ukuran tubuh tertentu (lebih kecil atau lebih besar). Suatu persentil menggambarkan persentase atau rangking dalam data terurut, atau dalam bahasa teknisnya merupakan data ke-i dari suatu kelompok data yang sudah diurutkan mulai dari terkecil hingga terbesar. Misalkan terdapat 100 data, maka persentil 8 adalah data ke-8, terdapat 50 data maka persentil 8 adalah data ke-4.
      Fungsi konsep persentil antara lain:
      • Untuk menetapkan persentase populasi pengguna yang akan diakomodasi oleh produk yang dirancang.
        Contoh : jika diinginkan sebuah produk yang dirancang untuk dapat mengakomodasi 90% populasi,maka desainer harus mempertimbangkan bahwa produk tersebut cocok untuk 90% data yang mengacu kepada basis data antropometri.
      • Untuk evaluasi produk dalam menguji apakah rancangan suatu produk dapat digunakan oleh populasi yang menjadi target.
        Contoh: suatu kursi kemudi mobil dianggap telah dirancang dengan memperhatikan populasi orang dewasa (yang mengemudi mobil mayoritas orang dewasa) indonesia. Untuk pengujian, kita cukup mengambil sampel orang dewasa berjenis kelamin perempuan dengan persentil 5 (mewakili orang yang berbadan kecil) dan laki-laki dengan persentil 95 (mewakili orang ynag berbadan besar). Jika sampel-sampel tersebut cocok dan nyaman dengan produk yang dievaluasi,maka kesimpulannya produk tersebut telah mengakomodasi sebagian besar pengguna.

      Terdapat tiga nilai persentil yang digunakan dalam perancangan, antara lain:
      • Persentil kecil (persentil 5)
        Merupakan persentil yang dipilih ketika dimensi rancangan tersebut “kritis” bagi mereka yang berukuran kecil atau pendek, dalam arti bahwa mereka yang berukuran tubh kecil akan sangat kesulitan menggunakan suatu rancnagan jika dimensi tersebut dibuat terlalu besar,lebar maupun tinggi. Namun, dengan cacatan orang ynag besar tetap nyaman, walaupun ukurannya terlalu kecil atau pendek.
        Contoh: studi kasus tinggi alas kursi. Semakin tinggi alas kursi dari lantai, maka semakin tidak ergonomis bagi pengguna berpostur kecil karena membuat kaki menjadi menggantung dan mengakibatkan resiko penekanan pembuluh darah dibawah paha.
      • Persentil besar (persentil 95)
        Merupakan persentil yang digunakan ketika mereka yang berukuran tubuh besar atau tinggi akan kesulitan menggunakan suatu rancangan jika dibuat terlalu kecil atau pendek. Naumn bagi orang yang berbadan kecil atau pendek tetap merasa nyaman. Contoh: studi kasus lebar alas kursi kemudi mobil. Lebar alas kemudi mobil akan lebih baik kebesaran daripada kekecilan, karena bagi orang yang merasa kekecilan dengan alas kemudi mobil akan merasa tidak nyaman.
      • Persentil tengah (persentil 50)
        Merupakan pesentil yang digunakan ketika rancangan tidak mensyaratkan kedua kondisi terlalu besar atau terlalu kecil. Dalam hal ini, orang yang berbadan besar maupun kecil sama-sama merasa nyaman dengan produk tersebut.
        contoh: engsel pintu. Engsel pintu akan lebih baik berada pada ukuran tengah-tengah pintu, sehingga orang yang terlalu pendek dan tinggi sama-sama bisa menjangkau.
      Untuk menghitung besarnya persentil dalam merancang sebuah produk dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

    2. Korelasi
      Pendekatan skala rasio yaitu metode yang digunakan pada model antropometri yang menjadikan tinggi tubu sebagai acuan pengukuran. Penggunaan skala rasio mensyaratkan adanya korelasi yang kuat antara satu ukuran dengan ukuran yang lainnya. misalnya seperti tinggi mata berdiri (tmb) berkorelasi dengan tinggi tubuh. Namun tidak semua ukuran tubuh memiliki korelasi yang kuat dengan ukuran tubuh yang lain.misalnya dimensi panjang dengan dimensi lingkar.
      Tingkat korelasi (r) bernilai antar -1 dan +1 (atau -1 ≤ r ≤ 1). Jika :
      • Nilai r mendekati 1, maka korelasi antar kedua ukuran tersebut sangat kuat.
      • Nilai r mendekati -1, maka korelasi antar kedua ukuran berbanding terbalik.
      • Nilai r yang mendekati 0, maka korelasi antar kedua ukuran hampir tidak ada.

    3. Menggabungkan Dua Basis Data Antropometri
      Penggabungan data antropometri seringkali dibutuhkan dalam perancangan.biasanya diakibatkan oleh tidak tersedianya data antropometri yang unik sesuai keinginan kita. namun dengan sedikit pengolahan data, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi jika data antropometri untuk dimensi tubuh yang terkait tersedia. Contoh lain adalah sangat jarang ditemui data antropometri yang menggambarkan tinggi kepala dari pinggang, namun yang tersedia adalah nilai rata-rata dan simpangan baku untuk tinggi badan tegak dan tinggi pinggang berdiri.
      Dalam hal ini tinggi kepala sampai pinggang = tinggi badan tegak – tinggi pinggang berdiri.
    4. Penggabungan dua basis data akan menghasilkan basis data baru. Secara matematis, jika terdapat dua basis data x dan y, dengan simpangan bakunya sx dan sy maka kovariansi dihitung sebagai berikut:

  2. Penggunaan Antropometri untuk Perancangan
    Terdapat tiga pendekatan yang digunakan dalam perancangan, antara lain:
    1. Perancangan berdasarkan individu Besar/Kecil (Konsep persentil besar/kecil)
      Dalam konsep ini, individu yang berukuran besar atau kecil yang dijadikan acuan.
    2. Perancangan yang dapat disesuaikan
      Konsep ini digunakan untuk berbagai produk yang dapat diatur atau disesuaikan panjang, lebar dan lingkarnya sesuai dengan kebutuhan. kisaran kemampu-sesuaian ini biasanya kisaran dari perempuan (P5) sampai laki-laki (P95).
    3. Perancangan berdasarkan individu rata-rata
      Konsep ini dirancang tidak berdasarkan persentil kecil atau besar, namun dirancang berdasarkan individu rata-rata sehingga tidak terlalu rendah bagi yang bertubuh tinggi, dan tidak terlalu tinggi bagi yang bertubuh pendek. Contoh pengecek harga pada superarket, alat ini tidak perlu dirancang dengan mengatur ketinggiannya, memingat fungsinya hanya sebatas pengecek harga yang digunakan beberapa detik saja.

  3. Prosedur Perancangan
    Terdapat beberapa prosedur perancangan berdasarkan antropometri:
    1. Menentukan populasi produk. “siapa yang akan menggunakan produk ini?”.
    2. Menentukan dimensi tubuh yang terkait dengan objek rancangan. “Bagian dimensi tubuh mana yang paling penting dalam perancangan objek ini?”.
    3. Melihat basis data antropometri yang tersedia. “apakah data tersebut sudah bisa langsung digunakan atau diperlukan pengolahan data lanjutan?”.
    4. Melakukan pengukuran sendiri jika basis data tidak tersedia.
    5. Tentukan presentase jumlah populasi yang akan diakomodasi.
    6. Tentukan pendekatan perancangan yang akan digunakan.
    7. Tentukan nilai ukuran untuk setiap dimensi yang sudah ditetapkan pada ke-2.
    8. Tambahkan besaran kelonggaran.
    9. Jika memungkinkan, visualisasikan rancangan.
    10. Evaluasi hasil rancangan.
Demikian artikel mengenai Data Antropometri. Semoga bermanfaat untuk sobat semua.
Nikmati Jasa & Layanan yang ada di www.isrul.com, diantaranya:
1. Jasa Pembuatan dan Verifikasi Akun Paypal dengan VCC (Valid 2 atau 3 Tahun)
2. Jual Akun Adsense Non Hosted Indonesia (0899-5832-699)
3. Penulis Tamu di Isrul.com

0 Response to "Data Antropometri"

Post a Comment

Jika anda bertanya, jangan lupa mencentang "Notify Me" di bagian kanan bawah, agar mendapat pemberitahuan jika pertanyaan anda telah kami jawab.
Terimakasih telah menyempatkan waktu berkomentar...