Alur Membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan Mudah dan Benar [Tips Isrul]

Ilmu Informatika : Alur Membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan Mudah dan Benar [Tips Isrul]. Halo selamat siang temen-temen, kali ini berbagi sedikit cerita kemaren nih diawal tahun 2015. Tepatnya di tanggal 2 januari 2015 akhirnya saya mendapatkan SIM (Surat Ijin Mengemudi) saya. hehehe Ini mungkin cuma dari daerah saya (Jepara) atau seluruh indonesia saya tidak tahu. Jadi ditahun 2015 ini biaya pembuatan SIM akan mengalami kenaikan yang katanya cukup fantastik, dan juga seringnya razia kendaraan di tahun 2014 yaitu operasi zebra yang dilakukan serentak di Indonesia.

Banyak yang kena tilang lho... Jadi di akhir tahun kemaren banyak yang berdesak-desakan membuat SIM di POLRES. Di tanggal 30 Desember 2014 saya POLRES dan tidak tau alur atau apa sih yang harus saya lakukan, saya bingung saya tanya malah dilempar-lempar kebagian ini-itu. Mungkin saking banyaknya yang ingin membuat SIM membuat petugas bingung. hehehe Di tanggal 30 ini saya tidak mendapatkan informasi dan hasil apa-apa, bisa dibilang cuma numpang mampir di polres, wkwkwk selain karena bingung, pihak POLRES juga telah menutup pendaftaran karena pendaftaran di hari itu telah mencapai 300 lebih pendaftar, saya juga kesiangan datangnya (jam 10 ditempat).

Karena tanggal 31 Desember POLRES tutup buku tahunan, tanggal 1 Januari 2015 juga tanggal merah. Akhirnya saya datang lagi ke POLRES tanggal 2 Januari 2015 pagi-pagi sangat, yaitu jam 7 :D dan saya bisa foto SIM jam 7 Malam (Alhamdulillah pada hari itu POLRES mau mengadakan lembur dalam pembuatan SIM). Saya kali ini membagikan sedikit tips dan alur yang saya tau ya, jadi tolong saling berbagi aja di komentar untuk saling melengkapi :)

Berikut adalah tipsnya,

1. Kumpulkan segala informasi yang diperlukan, seperti dokumen apa saja yang dibutuhkan. Agar nantinya tidak kebingungan apa aja yang diperlukan (seperti penulis :3)
2. Berangkatlah pagi-pagi, sekitar jam 6 dari rumah jadi sampai POLRES sekitar jam 7
3. Buatlah SIM di hari kerja, maksutnya tidak sedang liburan pelajar (Liburan semester, pasti mbludak

Berikut alurnya:

1. Kamu siapkan dokumen yang dibutuhkan.
  • Fotocopy KTP 5 lembar (kalo tidak punya KTP bisa pakai KK, tapi sering juga ditolak)
  • Pasfoto berwarna 3x4 4 lembar (background sesuai tahun lahir, merah/biru)

2. Ke POLRES:
  • Beli stopmap di koperasi POLRES. bilang aja stopmap buat SIM ntar dikasih yang ada sablonnya hehehe.
  • Surat keterangan sehat, biasanya disekitar POLRES ada kok. Tanya-tanya warga sekitar.
  • Sertifikat LPK, kebanyakan disuruh buat LPK dulu. kamu buat dulu, kalo bisa pagi-pagi sekali kamu membuatnya kemungkinan sebelum siang sudah jadi, LPK ini rata-rata hanya formalitas, cuma daftar, ngerjain tes eh lulus. tanpa praktik -_- (tapi biayanya mahal).
  • kamu fotocopy sertifikat LPK 2 lembar cukup.

3. Selanjutnya kamu ke POLRES lagi ke bagian pendaftaran SIM, kamu kumpulin berkas-berkas itu di dalam stopmap tadi, sebelumnya di luar stopmap kamu isi dulu identitas kamu ya supaya mudah. Yang diserahkan pada loket ini adalah : fotocopy KTP 5 lembar, foto berwarna 3x4 4 lembar, sertifikat lpk asli dan foto copy 2, stopmap.

4. Selanjutnya adalah antri, sampai nama anda dipanggil untuk mengikuti ujian tulis atau sekarang ujian avis tinggal pencet tombol benar atau salah. Nanti hasilnya akan langsung diketahui, jika lulus (berhasil menjawab soal 24 dari 30) maka akan ke proses selanjutnya, jika gagal mengulang di hari berikutnya. Tenang aja, mudah kok :)

5. Proses setelah tes avis adalah ujian praktik, kali ini tidak terlalu lama menunggu setelah ujian avis. Kalo pendaftar hanya sedikit kemungkinan di tes atau di uji satu-satu.Tapi kalo pendaftar banyak, akan di uji serentak dengan berkendara sama-sama mengelilingi kompleks sekitar POLRES. (Usahakan sebelum jam 12)

6. Nah setalah proses ini kembali ke loket pendaftaran nunggu sampai nama anda dipanggil. Karena berkas anda masih dibawa bapak polisi saat ujian praktik dan diserahkan langsung ke loket.

7. Setelah nama anda dipanggil dan dikasihkan stopmap, selanjutnya anda membayar ke bank sebesar nominal yang ditentukan hehehe, kemudian anda dapatkan formulir.

8. Formulir tersebut diisi selengkap-lengkapnya supaya tidak tertunda lagi saat antri.

9. Formulir yang telah di isi di kumpulkan bersama berkas-berkas yang di dalam stopmap tadi.

10. Tunggu sampai anda dipanggil lagi, anda akan mendapatkan Sertifikat LPK yang dikembalikan serta nomor antrian untuk foto SIM

11. Sabar, dan tunggu sampai nomor urutan anda dipanggil.

Jadi secara garis besar urutan membuat SIM adalah sebagai berikut:

1. Siapkan berkas (fc KTP 5, foto 4, stopmap sim dari polres)
2. Tes kesehatan
3. Membuat LPK (biasanya disekitar POLRES ada), sertifikat fotocopy 2
4. Mengumpulkan berkas ke pendaftaran
5. Ujian tulis / tes avis
6. Ujian praktik
7. Pembayaran ke bank
8. Mengisi formulir
9. Foto untuk SIM

sekian sedikit cerita saya, semoga bermanfaat dalam membuat SIM.
Saya sarankan jangan menggunakan jasa calo, kenapa?? 
Selain harganya yang selangit, kita juga rugi. Rugi informasi dan Waktu juga banyak terbuang mending sekalian buat sendiri. Mudah kok membuatnya, jangan malu kalo ditanya orang.
"Buat SIM prosesnya gimana ya?"
-> DULU SAYA PAKAI JASA CALO (Apa nggak malu???) hehehe

Ingat ya :)
Kesabaran yang dibutuhkan sob, jadilah warga negara yang cerdas ;-)

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah LPK itu menjadi syarat wajib?
TIDAK,
Coba anda buktikan sendiri mendaftar tanpa melampirkan sertifikat LPK. Yang pertama tentunya anda akan di suruh untuk membuat sertifikat LPK terlebih dahulu (bukan mengikuti LPK lho ya). Anda bisa melawan dengan meminta keterangan syarat-syarat yang tertulis secara resmi (bukan yang terpampang pada poster, kalo cuma poster saya juga bisa buat) kemungkinan besar tahap ini anda akan diloloskan.
Namun saya tidak menjamin anda diluluskan pada tahap ujian praktik :-)
Lalu kenapa harus ada sertifikat LPK?Saya kurang paham namun ada beberapa kejanggalan tentang hal ini.
1. Oknum polisi langsung merekomendasikan ke tempat ini (Sebut saja LPK X)
2. Lokasi LPK X berada di dalam (dibelakang bangunan-bangunan)
3. Prosesnya teramat sangat lucu, daftar (Bayar sekitar 200-300 ribu) kemudian tiba-tiba ujian tulis, hasil lembaran di kumpulkan eh sertifikatnya udah jadi :-D. Padahal terdapat arena praktik namun tidak dipakai.

APAKAH DI DAERAH ANDA JUGA DEMIKIAN???
LPK BODONG??? BUAT APA???
Demikian artikel mengenai Alur Membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan Mudah dan Benar [Tips Isrul]. Semoga bermanfaat untuk sobat semua.
Nikmati Jasa & Layanan yang ada di www.isrul.com, diantaranya:
1. Jasa Pembuatan dan Verifikasi Akun Paypal dengan VCC (Valid 2 atau 3 Tahun)
2. Jual Akun Adsense Non Hosted Indonesia (0899-5832-699)
3. Penulis Tamu di Isrul.com

11 Responses to "Alur Membuat SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan Mudah dan Benar [Tips Isrul]"

  1. ribet mas .. mending nembak pake calo atau apalah itu :D lebih praktis..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Usahakan jangan mas, terlalu merajalela. Bukan masalah calonya tapi masalah kepolisian yg gk beres ada kerjasama dgn lpk, calo.

      Delete
    2. Sekarang ini gak cuma lpk.. tapi kerjasama untuk buat surat kesehatan.. tau gak biayanya berapa? Amat sangat fantastis pula.. 35.000 booos.. cuma kertas selembar gak jelas.. mau nyebutin orang" kok kurang enak.. tempur yok sama polisi yg urus itu..

      Delete
    3. Lebih baik buat tes kesehatan di puskesmas di hari sebelumnya, selain lebih murah juga gk dikejar-kejar waktu. :D Kalo klinik di deket POLRES biasanya asal2an kalo ngukur seperti tinggi badan. Tinggi badanku 173 aja di catat 165 :D

      Delete
    4. Ane baru buat sim C gan dan bayar LPK 200rb...kaget juga Ane. Kata Polisinya sih aturanya begitu walaupun pemohon sim C harus ke LPK. btw ane dari Sukoharjo

      Delete
  2. Ane baru buat sim C harus ke LPK bayar 200rb Gan, kaget juga... Kata polisinya "Anda harus ke LPK walaupun anda minta sim C"... Katanya itu peraturan satlantas..btw Ane Sukoharjo gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan emang begitu. Kalo diminta bukti peraturan tertulis juga gk bakal ada :D

      Delete
  3. Saya juga sama dari Jepara. Saudara kita. Hohoo
    Kalo sudah punya sertifikat dari LPK lain. Apakah harus buat sertifikat LPK baru disitu?
    Kalo untuk ujian praktiknya gmn? Susah ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di logika egk perlu gan, tpi tuh polres maunya cuma sama yg ada kerjasama atau lainnya boleh belum tau hehe
      Salam... saya dari welahan :)

      Delete
  4. Sama2 dr Jepara nih.
    Kalo sudah punya sertifikat, apa harus bikin lagi?
    Kalo ujian prakteknya, susah ga?

    ReplyDelete

Jika anda bertanya, jangan lupa mencentang "Notify Me" di bagian kanan bawah, agar mendapat pemberitahuan jika pertanyaan anda telah kami jawab.
Terimakasih telah menyempatkan waktu berkomentar...